Senin, 04 November 2013

Home Is Where The Heart Is (Part.1)

Bulan ini seperti bulan2 biasanya...sibuukkk...sibuk kerja, keliling kesana kemari (hoooo...senangnya). Sampe2 saya ga sempet buat update blog. Kemaren saya sempet pergi ke Singapura. Bukan....bukan buat liburan kok. Saya cuma mengisi waktu sehari semalem disana karena sebelumnya ada kerjaan di Batam. Finally saya nyampe juga ke Batam dan Singapura. Dua tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya.

But home is where the heart is. Di Batam saya sama sekali nggak merasa asing. Kenapa nggak? Disana saya akan ketemu dia walau sementara. Kesempatan bertemu yang amat sangat jarang. Serba salah ya. Di satu sisi, ga pernah habis rasanya keinginan saya untuk ada di dekatnya, buat sekedar memandangnya, terasa hangat hati saya waktu saya tahu dia ada di sekitar saya. Tapi di sisi lain, rasanya ada sakit yang saya rasa tiap saya melihatnya. Seperti gila  rasanya dia ada di hadapan saya, dan saya ga bisa berhenti buat menenramkan jantung saya yang berdetak seperti drum band. Memori serasa ‘nggak ada harganya’ kembali berputar di otak saya, dan itu bikin saya semakin sakit...juga pedih bahwa hatinya sudah jadi milik orang lain. Senang sekaligus sakit saat melihat senyum itu. Dan selalu...selalu....setelah itu, nggak berhenti saya menyalahkan diri sendiri, yang bukannya malah tersenyum, malah terkesan bersikap galak. Apa maumu, Mel? Kalo nggak ada, kamu kangenin setengah mati, tapi kalo dia ada di depanmu, kamu malah jutekin dia. Kamu sudah gila, Mel. Kamu bener2 gila.

Rasanya pengen pergi saja dari situ. Pengen pergi dari semua tanggung jawab. Biar nggak usah melihatnya lagi. Nggak usah ketemu dia lagi. Tapi, dengan mengesampingkan semua perasaan ini, saya cinta pekerjaan saya. Saya bener2 cinta pekerjaan ini. Dan saya nggak bisa bohong kalo bagaimanapun keadaannya, saya tetap pengen lihat dia ada di dekat saya. Mungkin memang kalo dia ada, perasaan saya jadi nggak karuan. Tapi kalo dia nggak ada, perasaan saya akan terasa jauh lebih buruk. Duh, cinta...


:: to be continued
Ditulis di Surabaya,  04 Nop 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar